Jumat, Juli 29, 2011

Catatan Akhir Kuliah

Ga terasa, dah 4 tahun aku kuliah dan selesai dengan gelar yang menempel di belakang namaku. Selebrasi a.k.a syukuran yang sederhana dibuat dikeluargaku meski hanya sebatas doa dan makan keluarga disertai dengan pemberian poda/nasihat dari orang tua. Terasa dalam makna acara itu dikarenakan poda yang diberikan kepadaku.

Inti poda yang diberikan ga muluk2, bukan kaya mengabdi bagi nusa dan bangsa dan bla..bla..bla...etc.
Cukup sederhana "nak kamu telah lulus kuliah, kami rasa sudah ada bekalmu menjalani hari dan berpikir dewasa, apapun yang engkau lakukan kami tahu bahwa engkau telah mengerti apa resiko dan tanggung jawab yang akan kamu terima", "ingat, kamu anak pertama dan masih ada adik-adikmu, bimbing mereka sebagaimana dirimu dibimbing dan bantu mereka sebagaimana engkau membantu dirimu sendiri"

Sekilas ku rimang-rimangi (hayati) poda orang tuaku dan berfikir "singkat betul nasihat orang tuaku ini, gampanglah itu dikerjakan". Padahal setelah ditelaah lebih jauh, makna poda itu lebih dalam lagi. dan semua itu mengarah kepada kata kunci "Tanggung Jawab".


Nah lo....segampang itukan tanggung jawab itu bisa kukerjakan???????? (lebih gampang lagi klo disuruh aku kuliah 3-4x lagi hehhehe....). bukan niat untuk lari dari kenyataan atau ga nerima kenyataan bahwa aku anak pertama dan merupakan abang dari adik-adikku, yang notabene harus mengayomi mereka dan menjadi kiblat mereka dalam bertindak. Klo aku salah jalan bisa-bisa muncul opini "abangnya aja ga becus, apalagi adiknya, klo abang dan adiknya ga becus berarti didikan orang tuanya yang salah" beuh.....panjang kali jadinya cerita itu....

setelah bergelut dengan pemikiran yang pro-kontra, aku mengambil keputusan bahwa setiap orang akan memikul tanggungjawab dan bebannya masing masing, waktu bukan yang menentukan kita sanggup atau bukan tapi memang diri kita yang menentukan apakah tanggung jawab itu kita ambil sekarang atau besok atau nanti-nanti ajalah......

usia bukan patokan kedewasaan, namanya juga hidup kalo bukan sekarang kita langkahkan kaki kedepan, terus kapan lagi....sanggup ga sanggup harus ku ambil langkah itu, klo ada kesalahan akan kuperbaiki dengan segala kemampuanku dan jangan malu minta bantuan (asal dah dikerjakan dulu baru minta bantuan jangan kaya proposal bantuan dana, acara masih dalam konsep dah minta bantuan).

orang tua maupun orang lain yang membrikan kita tanggung jawab bukan karena mereka mau ngerjain kita ato mau buat susah, tapi karena inilah kita manusia bekerja maupun berbuat dengan tanggungjawab yang diemban.

finally aku cuma bisa bilang, will I accepted the responsibility given to me? YES...

Kamis, April 21, 2011

Mulai dari Nol


Dah 3 tahun ne blog nganggur, jarang dijamah dan menjamah.
Bingung......kebingungan yang sama saat pertama memulai sesuatu.


Harus kumulai dari mana???????
Pertanyaan yang sama yang pasti terucap dalam batin, tatkala harus memulai sesuatu dari NOL....

Meskipun banyak kesalahan maupun keterbatasan kemampuan semua harus kumulai lagi.
Meskipun bingung mau mulai darimana, haru ku kerjakan jua.

Meski aku terlalu banyak berfikir ga da gunanya, karena ga ada aksi yang mengikuti.
Mending kerjakan aja klo salah yang perbaiki.
Namanya juga hidup...

Rabu, Juni 03, 2009

Gerimis kala Kemarau


Gerimis,hujan hanya sedikit,
Hanya membuat embun di daun,
Membuat uap di cermin,
Membuat kodok bernyanyi



Tapi Tak Menyejukkan hatiku
Yang dilanda Kemarau kepanjangan

Wajah kusam meski diterpa gerimis
Butuh Hujan Deras, Tuk Bersihkan diri ini

Gerimis....
bawalah teman-temanmu tuk bersihkan lara dihati

Selasa, Januari 13, 2009

Bayang - Bayang Masa Lalu

Seorang laki-laki bijaksana mengatakan, Jika anda tidak melepas beban masa lalu , anda akan meninggal dengannya. Aku selalu mengingat hal - hal bodoh yang telah kulakukan pada masa lalu, dan ha itu menjadi pembatas ku dalam melaksanakan kegiatanku.

Aku manusia lucu karena aku melupakan apa yang harus aku ingat dan mengingat apa yang harus terlupakan oleh ku. Kadang aku lupa bahwa aku mempunyai masa depan cerah tetapi teringat akan masa lalu yang sangat menjemukan...


Perubahan aliran di hidup seorang laki-laki, masa lalunya, sekarang ininya dan masa depannya. Masa lalu sudah berlalu dan tidak ada yang dapat kulakukan untuk itu, satu-satunya tahap perbaikan soal itu adalah masa depan.


Seorang laki-laki bijaksana mengatakan, 'Tak Seorang Pun bisa menulis kembali masa lalu tetapi orang seperti itu bisa merusak masa depan baik dengan memikirkan masa lalu'.


Aku merenung bahwa, '' Mungkin aku tidak dapat berbuat baik pada sahabatku lagi karena dia telah tiada, Tetapi aku dapat berbuat lebih baik lagi kepada sahabatku yang masih ada "


Masa depan ku adalah lembaran yang putih bersih karena belum terjadi apa - apa dan satu-satunya orang yang bisa memaksanya terjadi adalah Aku.