
Ga terasa, dah 4 tahun aku kuliah dan selesai dengan gelar yang menempel di belakang namaku. Selebrasi a.k.a syukuran yang sederhana dibuat dikeluargaku meski hanya sebatas doa dan makan keluarga disertai dengan pemberian poda/nasihat dari orang tua. Terasa dalam makna acara itu dikarenakan poda yang diberikan kepadaku.
Inti poda yang diberikan ga muluk2, bukan kaya mengabdi bagi nusa dan bangsa dan bla..bla..bla...etc.
Cukup sederhana "nak kamu telah lulus kuliah, kami rasa sudah ada bekalmu menjalani hari dan berpikir dewasa, apapun yang engkau lakukan kami tahu bahwa engkau telah mengerti apa resiko dan tanggung jawab yang akan kamu terima", "ingat, kamu anak pertama dan masih ada adik-adikmu, bimbing mereka sebagaimana dirimu dibimbing dan bantu mereka sebagaimana engkau membantu dirimu sendiri"
Sekilas ku rimang-rimangi (hayati) poda orang tuaku dan berfikir "singkat betul nasihat orang tuaku ini, gampanglah itu dikerjakan". Padahal setelah ditelaah lebih jauh, makna poda itu lebih dalam lagi. dan semua itu mengarah kepada kata kunci "Tanggung Jawab".
Nah lo....segampang itukan tanggung jawab itu bisa kukerjakan???????? (lebih gampang lagi klo disuruh aku kuliah 3-4x lagi hehhehe....). bukan niat untuk lari dari kenyataan atau ga nerima kenyataan bahwa aku anak pertama dan merupakan abang dari adik-adikku, yang notabene harus mengayomi mereka dan menjadi kiblat mereka dalam bertindak. Klo aku salah jalan bisa-bisa muncul opini "abangnya aja ga becus, apalagi adiknya, klo abang dan adiknya ga becus berarti didikan orang tuanya yang salah" beuh.....panjang kali jadinya cerita itu....
setelah bergelut dengan pemikiran yang pro-kontra, aku mengambil keputusan bahwa setiap orang akan memikul tanggungjawab dan bebannya masing masing, waktu bukan yang menentukan kita sanggup atau bukan tapi memang diri kita yang menentukan apakah tanggung jawab itu kita ambil sekarang atau besok atau nanti-nanti ajalah......
usia bukan patokan kedewasaan, namanya juga hidup kalo bukan sekarang kita langkahkan kaki kedepan, terus kapan lagi....sanggup ga sanggup harus ku ambil langkah itu, klo ada kesalahan akan kuperbaiki dengan segala kemampuanku dan jangan malu minta bantuan (asal dah dikerjakan dulu baru minta bantuan jangan kaya proposal bantuan dana, acara masih dalam konsep dah minta bantuan).
orang tua maupun orang lain yang membrikan kita tanggung jawab bukan karena mereka mau ngerjain kita ato mau buat susah, tapi karena inilah kita manusia bekerja maupun berbuat dengan tanggungjawab yang diemban.
finally aku cuma bisa bilang, will I accepted the responsibility given to me? YES...